Singapura Gunakan Kecoak Cyborg Cari Korban Gempa Myanmar

Singapura Gunakan Kecoak Cyborg Cari Korban Gempa Myanmar

bukanberitabiasa.com – Pemerintah Singapura mengerahkan 10 kecoak cyborg ke Myanmar untuk membantu pencarian korban gempa bermagnitudo 7,7. Gempa dahsyat itu menewaskan lebih dari 3.000 orang. Ini menjadi momen pertama penggunaan kecoak cyborg dalam misi kemanusiaan.

“BACA JUGA : Turun 5 Kg Sebulan Ini 5 Kebiasaan Sehat yang Ampuh”

Kecoak Cyborg Singapura

Singapura mengirim kecoak cyborg bersama tim Operasi Lionheart milik Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) pada 29 Maret 2025. Kecoak tersebut tiba di Myanmar bersama empat teknisi dari Home Team Science and Technology Agency (HTX) keesokan harinya.

HTX mengembangkan teknologi ini bekerja sama dengan Nanyang Technological University dan Klass Engineering and Solutions. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, gempa di Myanmar mempercepat penggunaannya.

Tim memilih kecoak Madagaskar berukuran sekitar 6 sentimeter karena serangga ini mampu menjelajah ruang sempit. Tim menempelkan kamera mini dan sensor inframerah di tubuh kecoak. Teknisi mengendalikan pergerakannya dengan sinyal listrik yang dikirim ke elektroda di tubuh kecoak.

Kamera dan sensor merekam kondisi di bawah reruntuhan. Teknologi kecerdasan buatan kemudian menganalisis data tersebut untuk mencari tanda-tanda kehidupan. Hasilnya langsung dikirim secara nirkabel ke tim penyelamat di permukaan.

Kecoak cyborg pertama kali dikerahkan pada 31 Maret untuk menyusuri puing rumah sakit di Naypyidaw. Area tersebut seluas dua lapangan sepak bola dan sebagian sudah dijelajahi anjing pelacak SCDF. Tim kemudian menggunakan kecoak untuk menjangkau bagian dalam yang lebih sulit dijangkau manusia maupun anjing.

Operasi ini memakan waktu sekitar 45 menit dan menjadi bukti nyata potensi kecoak cyborg sebagai alat bantu penyelamatan. Dalam misi ini, SCDF juga mengirim 80 personel dan empat anjing pelacak.

Ong Ka Hing, insinyur HTX yang ikut dalam misi tersebut, menggambarkan situasi di lokasi sangat memprihatinkan. Jalan rusak parah dan banyak warga tidur di tempat terbuka karena kehilangan tempat tinggal.

“BACA JUGA : Pendatang Wajib Lapor di Jakarta, Ini Syarat dari Dukcapil”

HTX sebelumnya memperkenalkan kecoak cyborg dalam acara TechX dan Milipol Asia-Pasifik tahun 2024. Mereka awalnya merencanakan penggunaan teknologi ini pada 2026, namun bencana ini mendorong percepatan peluncurannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *