Mahasiswa UI Tuntut Rektor Usut Tuntas Kematian Akseyna

Mahasiswa UI Tuntut Rektor Usut Tuntas Kematian Akseyna

bukanberitabiasa.com – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi simbolik untuk memperingati 10 tahun kematian Akseyna Ahad Dori. Mereka menuntut UI dan pihak kepolisian menuntaskan kasus yang hingga kini belum menemukan titik terang.

BACA JUGA : Trik Power Nap 30 Menit untuk Cegah Microsleep Saat Mudik

Tuntutan Mahasiswa untuk UI dan Polres Depok

Difka, sebagai koordinator aksi, menyampaikan beberapa tuntutan utama kepada UI dan pihak kepolisian. Mahasiswa meminta Rektor UI untuk mendampingi keluarga Akseyna dalam menuntaskan kasus ini, sesuai kontrak politik kinerja Rektor UI pada poin nomor tujuh.

Selain itu, mereka meminta UI memfasilitasi pertemuan berkala setiap tiga bulan antara keluarga Akseyna dan kepolisian. Mahasiswa menegaskan bahwa UI harus menepati janji yang dibuat dalam audiensi dengan BEM UI, keluarga Akseyna, dan Polres Depok pada 3 Juni 2024.

Selain itu, mahasiswa meminta Polres Depok menunjukkan keseriusan dalam menyelidiki kasus ini dan memberikan laporan perkembangan secara berkala.

Aksi Simbolik di Danau Kenanga

Mahasiswa menggelar aksi di Danau Kenanga UI, tempat mereka menemukan jasad Akseyna. Dalam aksi ini, mereka mengenakan pakaian hitam dan membawa poster berisi tuntutan keadilan. Beberapa mahasiswa memegang foto Akseyna dengan tulisan “10 Tahun Berlalu Tanpa Keadilan” dan “Jangan Biarkan Tenggelam.”

Sebagai bentuk protes, mereka juga membuat simbol kuburan buatan dengan lilin menyala di sekitarnya. Orator aksi menyuarakan kekecewaan terhadap lambatnya penyelesaian kasus Akseyna.

“Akseyna adalah simbol perjuangan kita. “Setiap individu berhak mendapatkan keadilan, tetapi para pemangku kebijakan terus mengabaikan janji-janji yang telah mereka berikan,” ujar seorang mahasiswa dalam orasi.

Mahasiswa dari berbagai jurusan turut serta dalam aksi ini. Mereka menyuarakan refleksi dan membacakan puisi sebagai bentuk solidaritas terhadap ketidakadilan yang terjadi akibat belum terungkapnya kasus kematian Akseyna.

“Mau sampai kapan mereka diam? Rektorat hanya sibuk menambah pemasukan tanpa peduli kasus ini? Akseyna seharusnya bisa mengabdi pada pendidikan, tetapi 10 tahun lalu, ia harus kehilangan nyawa di Danau Kenanga,” seru salah satu orator.

BACA JUGA : Pembangunan Masjid Negara IKN Molor, Salat Id Dibatalkan

Mahasiswa UI berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga pihak berwenang memberikan kejelasan dan menegakkan keadilan.

2 thoughts on “Mahasiswa UI Tuntut Rektor Usut Tuntas Kematian Akseyna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *