bukanberitabiasa.com – Saat sebagian pemudik mulai kembali ke Jakarta, sejumlah warga justru baru memulai perjalanan mudik ke kampung halaman.
Beberapa di antaranya harus menunda keberangkatan karena baru mendapat cuti atau giliran libur kerja.
Mayang, pemudik asal Jakarta Barat, baru mudik pada H+4 Lebaran bersama suami dan anaknya.
“Suami saya kerja di pabrik dan harus mengikuti jadwal shift. Liburnya baru sekarang,” jelas Mayang di Terminal Kalideres.
Meskipun kehilangan momen salat Id, Mayang tetap bersyukur bisa pulang kampung setelah dua tahun tidak mudik.
“BACA JUGA : Bikamisu Kreasi Bika Ambon dengan Sentuhan Tiramisu”
Ditahan Anak, Baru Diizinkan Mudik
Hasimah (60) baru diizinkan mudik oleh anak-anaknya setelah Lebaran usai.
Mereka ingin merayakan hari raya bersama lebih dulu di Jakarta sebelum Hasimah pulang kampung ke Lampung.
“Kemarin belum dibolehin sama anak. Mereka ingin Lebaran di sini. Setelah itu baru boleh pulang,” kata Hasimah.
Ia menyebut suasana Lebaran di kampung lebih hidup, tetapi tetap bahagia bisa berkumpul dengan keluarga di Jakarta.
Cuti Telat, Mudik Tetap Jalan
Widi (25), pemudik tujuan Pekalongan, baru mudik karena baru mendapat cuti dari tempat kerja.
Selain itu, keluarganya juga mengadakan acara di rumah yang membuat keberangkatannya sedikit terlambat.
“Baru dapat cuti dan ada acara keluarga juga. Jadi baru bisa mudik sekarang,” ungkap Widi di Stasiun Pasar Senen.
Kalah Tiket, Baru Dapat Setelah Lebaran
Kartini (29) menghadapi kendala berbeda. Ia gagal mendapatkan tiket saat masa arus mudik berlangsung.
“Saya udah coba dari sebelum puasa tapi tiketnya habis terus,” ujarnya.
Ia baru mendapat tiket kereta pada H+4 dan kini mudik ke Cirebon bersama suami dan anak.
“BACA JUGA : Guru Besar UGM Diduga Lakukan Kekerasan Seksual”
Penumpang Masih Ramai hingga H+4
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan arus pemudik masih tinggi hingga H+4.
“Kami mencatat 33.804 penumpang berangkat hari ini dari Jakarta,” jelas Ixfan.
One thought on “Warga Baru Mudik Saat Arus Balik Lebaran Dimulai”